Pertemuan Ulama Aceh dan Brunei Bahas Pengembangan Syariat Islam dan Dakwah Nusantara

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ulama Aceh dan Brunei bersilaturahmi di Masjid Raya Baiturrahman. Abu Paya Pasi dan Pehin Awang Abdul Aziz membahas penguatan Syariat Islam dan pengembangan dakwah di Asia Tenggara.

Ulama Aceh dan Brunei bersilaturahmi di Masjid Raya Baiturrahman. Abu Paya Pasi dan Pehin Awang Abdul Aziz membahas penguatan Syariat Islam dan pengembangan dakwah di Asia Tenggara.

FA News.ID – Pertemuan penuh kehangatan dan makna terjalin antara dua tokoh ulama besar dari kawasan serumpun, yaitu Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Tgk H. Muhammad Ali bin Abdul Mutaleb atau yang akrab disapa Abu Paya Pasi, dengan Mufti Kerajaan Brunei Darussalam, Yang Berhormat Pehin Datu Seri Maharaja Dato Paduka Seri Setia Dr. Ustaz Hj. Awang Abdul Aziz bin Juned.

Silaturahmi bernuansa ukhuwwah Islamiyyah tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh penghormatan, membahas beragam isu strategis terkait pengembangan keagamaan, penegakan syariat Islam, pengelolaan institusi keagamaan, serta hikmah historis perjalanan Islam di wilayah Nusantara.

Dalam kesempatan itu, Abu Paya Pasi turut didampingi oleh Dr. Tgk. Fatahillah Syahrul Rasyid, M.Ag, alumni Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam yang juga menjabat sebagai Pengurus Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Bidang Hubungan Internasional, serta Tgk. H. Muslem Hanafiah Sabil atau yang dikenal dengan sapaan Waled Rantau Selamat sebagai ajudan Abu.

Baca Juga Artikel Beritanya :  Bupati Muharram Dorong Beut Kitab, Lestarikan Tradisi Aceh Besar

Abu Paya Pasi membuka diskusi dengan menguraikan sejarah panjang Masjid Raya Baiturrahman, yang telah menjadi pusat spiritual dan simbol keteguhan umat Islam sejak masa Kerajaan Aceh Darussalam. Ia juga mengingatkan kembali peran monumental masjid tersebut sebagai benteng iman yang tetap tegak kokoh saat bencana tsunami 2004 melanda.

“Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar bangunan ibadah, tetapi simbol keteguhan iman, sejarah, dan martabat Islam di bumi Aceh,” ujar Abu Paya Pasi.

Selain membahas sejarah, Imam Besar Baiturrahman ini juga memaparkan struktur pengelolaan dan program pengembangan Masjid Raya Baiturrahman ke depan, agar fungsinya sebagai pusat peradaban Islam semakin optimal dalam membimbing umat.

Baca Juga Artikel Beritanya :  OJK Tegaskan: Pasar Modal Bukan Tempat Judi, Jangan Tergiur Keuntungan Instan!

Dalam dialog tersebut, Abu Paya Pasi turut menyinggung kondisi Aceh saat ini yang terus berbenah melalui penerapan Syariat Islam. Ia menilai bahwa hikmah di balik musibah tsunami dan berakhirnya konflik adalah bentuk kasih sayang Allah yang menguatkan jati diri umat di Aceh.

“Pasti Allah memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Mungkin jika bukan karena tsunami, Aceh hari ini bisa saja larut dalam kemaksiatan — seperti perayaan natal besar-besaran, kebebasan LGBT, minuman keras, prostitusi, dan pelanggaran syariat lainnya,” tutur Abu Paya Pasi dengan nada penuh refleksi.

Baca Juga Artikel Beritanya :  "Razia Syariat Islam: 11 Wanita Diamankan WH Saat Nongkrong Jam 2 Malam Pakaian Ketat"

Sementara itu, Mufti Kerajaan Brunei, Pehin Datu Seri Maharaja Dato Paduka Seri Setia Dr. Ustaz Hj. Awang Abdul Aziz bin Juned, mengungkapkan kenangan mendalamnya terhadap Aceh. Ia menyampaikan bahwa pasca tsunami 2004, dirinya turut menemani Sultan Brunei Darussalam datang ke Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.

Pertemuan dua ulama besar ini diharapkan menjadi tonggak penguatan hubungan keilmuan, spiritual, dan sosial antara Aceh dan Brunei Darussalam, serta membuka jalan untuk kolaborasi lebih luas dalam pengembangan dakwah dan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.(**)

Editor : Ayah Mul

Berita Terkait

SAPA Desak Aceh Ajukan Status Bencana Nasional: “Jangan Lambat, Rakyat Sudah Kelaparan!”
“Bupati Pergi Umrah di Tengah Banjir, Warga Aceh Selatan Pertanyakan Prioritas Kepemimpinan”
Pemkab Aceh Selatan Pastikan Penanganan Pengungsi Terkendali, Pemulihan Memasuki Tahap Akhir
Sekda Aceh: Besok Dana BTT Cair — Langkah Cepat Tangani Dampak Banjir-Longsor
Tiket Pesawat Tembus Rp 8 Juta Saat Bencana, YARA Sebut Eksploitasi Rakyat Aceh
Ketua PWI Pijay Minta Pemkab Alihkan Anggaran Belum Terpakai untuk Penanganan Bencana Banjir
Hari Keenam Tanggap Darurat, Sekda Aceh Instruksikan Percepatan Distribusi Logistik dan Pemulihan Akses
KOSAMI Jaya Ulurkan Bantuan, Hangatkan Harapan Warga Korban Banjir Aceh Selatan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 23:13 WIB

SAPA Desak Aceh Ajukan Status Bencana Nasional: “Jangan Lambat, Rakyat Sudah Kelaparan!”

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:47 WIB

“Bupati Pergi Umrah di Tengah Banjir, Warga Aceh Selatan Pertanyakan Prioritas Kepemimpinan”

Jumat, 5 Desember 2025 - 01:46 WIB

Sekda Aceh: Besok Dana BTT Cair — Langkah Cepat Tangani Dampak Banjir-Longsor

Kamis, 4 Desember 2025 - 23:35 WIB

Tiket Pesawat Tembus Rp 8 Juta Saat Bencana, YARA Sebut Eksploitasi Rakyat Aceh

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:13 WIB

Ketua PWI Pijay Minta Pemkab Alihkan Anggaran Belum Terpakai untuk Penanganan Bencana Banjir

Berita Terbaru

Pemko banda aceh

Pagi ini, Pemko Banda Aceh Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg

Sabtu, 6 Des 2025 - 06:09 WIB