Sepuluh Tahun Rusak Parah, Jembatan Penghubung Dua Desa di Lawe Sumur Luput Perhatian Pemerintah

  • Bagikan
Sepuluh Tahun Rusak Parah, Jembatan Penghubung Dua Desa di Lawe Sumur Luput Perhatian Pemerintah

FANEWS.ID -Jembatan di Desa Terutung Megare Baru yang menjadi akses penghubung dengan Desa Lawe Pasaran Tengku Mbelin, Kecamatan Lawe Sumur, Aceh Tenggara, rusak parah. Hingga saat ini kondisi jembatan tersebut tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.

“Hampir sepuluh tahun jembatan ini tidak pernah diperbaiki pemerintah,” kata warga setempat, Jumadi Sekedang, Selasa (25/6).

Jumadi mengatakan jembatan tersebut merupakan akses utama warga untuk mengantarkan anak sekolah dan mengangkut hasil pertanian menuju perkotaan. Menurutnya perbaikan jembatan tersebut sangat perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat, baik pemerintah desa, camat maupun pemerintah kabupaten.

“Jembatan ini sudah tidak layak bahkan sudah rapuh hanya beralaskan papan, sehingga sangat rawan untuk dilalui,” ujarnya.

Jumadi juga berharap pihak berwenang untuk segera merespons keluhan masyarakat dan segera memperbaiki jembatan tersebut. Dia khawatir, jembatan hanyut terbawa arus sungai apabila air pasang.

“Kami berharap Pj Bupati Aceh Tenggara Syakir untuk peduli dan memerintahkan pihak terkait untuk memperbaiki jembatan ini, supaya masyarakat bisa aman saat melintas,” ungkapnya.

Sementara itu, perangkat desa Terutung Megara Baru, Putra Dermawan, menyebutkan perbaikan jembatan tersebut sudah diusulkan. Namun, hingga saat ini perbaikan jembatan penghubung Desa Megare Baru dengan Desa Lawe Pasaran tersebut belum terealisasi hingga sekarang.

“Sudah kami usulkan (perbaikan) jembatan rusak ini ke pemerintah daerah melalui dinas terkait, tapi belum juga diperbaiki,” kata Putra Dermawan.

Putra mengatakan panjang jembatan yang rusak tersebut lebih kurang 12 meter dengan lebar mencapai tiga meter. Tak hanya itu, opsi menggunakan dana desa juga terbentur lantaran anggaran terbatas, sementara kebutuhan anggaran untuk perbaikan jembatan cukup besar.

“Bisa, jembatan ini diperbaiki melalui dana desa, akan tetapi harus bekerja sama dengan pemerintah Desa Lawe Pasaran Tengku Mbelin agar bersama-sama membangun jembatan ini,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Ombudsman Aceh Buka Gerai Pengaduan Masyarakat di Puskesmas Ulee Kareng

Dia malah berharap pemerintah kabupaten dapat memplotkan anggaran daerah untuk membangun jembatan tersebut.

“Saya mewakili masyarakat berharap pemerintah daerah peduli dan bisa memperbaiki jembatan ini,” ujarnya.(red/habaaceh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *