Polri Tangani 318 Kasus Judi Online selama 23 April-17 Juni 2024

  • Bagikan
Polri Tangani 318 Kasus Judi Online selama 23 April-17 Juni 2024

FANEWS.ID – Polri membeberkan data penindakan judi online (judol) sejak April 2024 hingga saat ini. Dalam data tersebut, Polri telah menangani 318 kasus judol.

“Dari 23 April hingga 17 Juni, Bareskrim berhasil mengungkap 318 kasus dan 464 tersangka ditangkap,” kata Kabareskrim Komjen Pol Wahyu Widada dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (21/6/2024).

Menurut Wahyu, dari pengungkapan itu telah disita uang senilai Rp67,5 miliar; 494 telepon genggam; 36 laptop; 257 rekening; 98 akun judol; dan 296 kartu ATM.

Wahyu menjelaskan, dari ratusan kasus itu, terdapat tiga yang paling menonjol, yakni judol melalui akun Liga Ciputra, 1xbet, dan WW88. Dari penanganan tiga kasus itu, 18 tersangka ditangkap.

“Tiga tersangka dari kasus ini menggunakan modus dengan cara menyediakan sarana sistem pembayaran deposit dan withdraw pada 3 website judi online tersebut,” ucap Wahyu.

Secara keseluruhan, kata Wahyu, para tersangka melakukan perputaran uang hasil operasional judol itu dengan crypto. Tahap pertama, pelaku mengirim uang ke Filipina, kemudian di sana ditukarkan menjadi ESI di exchanger untuk selanjutnya dikirim ke Batam, setelah itu ditukarkan ke rupiah dan dimasukan menjadi aset digital USDT, dan aset itu dikirim lagi ke Filipina untuk dicairkan.

Disebutkan Wahyu, pengungkapan tiga kasus besar judol itu membuahkan penyitaan uang Rp4,7 miliar; dua akun crypto; aset senilai Rp13,5 miliar; tiga mobil; 114 telepon genggam; 96 buku rekening; 145 kartu ATM; sembilan laptop; dan lima mini token. Para tersangkanya pun dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Perputaran uang dari tiga kasus ini mencapai Rp1,4 triliun dan kami akan terus melakukan pelacakan untuk tindak lanjut penjeratan TPPU,” ungkap Wahyu.

BACA JUGA :   Polisi Ringkus Pemuda Pengedar Sabu di Bener Meriah

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, menambahkan, jika melihat data penindakan sejak 2022 hingga saat ini, maka terdapat 3.975 kasus diungkap. Terdapat 5.982 tersangka dilakukan penangkapan dan penahanan.

“Terdapat 40.642 situs diajukan pemblokiran, 4.196 diajukan pembekuan, dan menyita aset senilai Rp817,4 miliar,” tutur Himawan.(red/tirto)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *