Pj Wali Kota Lhokseumawe Gencarkan Gerakan Bersih Lingkungan di Gampong Pusong Baru

  • Bagikan
Pj Wali Kota Lhokseumawe Gencarkan Gerakan Bersih Lingkungan di Gampong Pusong Baru

FANEWS.ID – Pj Wali Kota sementara Lhokseumawe, A.Hanan, mengambil langkah proaktif dalam menanggulangi masalah sampah di Gampong Pusong Baru, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Bersama Forkopimcam Banda Sakti, Dinas Lingkungan Hidup, dan komunitas peduli lingkungan, dilakukan Gerakan Masyarakat (Germas) Bersih Lingkungan.

Pj Wali Kota A.Hanan juga akan mendistribusikan kantong plastik hitam besar ke setiap rumah sebagai bagian dari inisiatif baru untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.

Menurut A.Hanan, langkah ini sangat penting mengingat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan masih rendah. “Kami berharap setiap rumah akan aktif mengumpulkan minimal satu kantong plastik besar setiap hari sebagai langkah awal,” ungkap Pj wali kota.

Hari ini, pemerintah berhasil mengangkut 16 ton sampah, mayoritas dari rumah-rumah yang dibangun di tanah pemerintah tanpa sertifikat. Ini menunjukkan urgensi langkah-langkah untuk mendorong tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan.

“Kami berharap Camat, Kapolsek, Danramil bersama-sama melakukan pemantauan dan monitoring di lapangan terhadap kegiatan Masyarakat untuk mengelola sampahnya,” tambahnya.

A.Hanan menegaskan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama dan siap mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran peraturan.

Diharapkan langkah-langkah ini meningkatkan kesadaran masyarakat Lhokseumawe terhadap pentingnya menjaga kebersihan, menjadikan Gampong Pusong Baru lebih bersih dan sehat bagi semua warga.

Untuk mendukung upaya ini, wali kota juga mengajak masyarakat aktif dalam gotong royong, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat sampah tinggi. Ini tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga mencegah penyakit dan masalah kesehatan lain yang disebabkan oleh sampah berlebih.

“Kondisi lingkungan yang kumuh dapat menimbulkan kuman penyakit berbahaya, bahkan stunting pada generasi mendatang, terutama di rumah-rumah dengan bayi di bawah 2 tahun,” pungkas A.Hanan..(red/InfoPublik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *