Menguatkan Konektivitas Antar Kabupaten

  • Bagikan
Menguatkan Konektivitas Antar Kabupaten

FANEWS.ID – Pemerintah Provinsi Aceh telah meluncurkan inisiatif ambisius yang bertujuan untuk memperkuat konektivitas antar kabupaten di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari rencana strategis pembangunan infrastruktur, langkah berani ini melibatkan pembangunan jalan baru yang diharapkan akan membawa dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial di wilayah ini.

Jalan yang baru dibangun ini menghubungkan Jantho, sebuah kota di Kabupaten Aceh Besar, dengan perbatasan Lamno, di Kabupaten Aceh Jaya.

Langkah ini merupakan hasil dari kerja keras pemerintah dalam membangun konektivitas yang lebih kuat di seluruh wilayah provinsi.

Rencana tersebut telah dirumuskan sejak lama dan paket kontrak pekerjaan peningkatan jalan Jantho-Batas Aceh Jaya telah ditandatangani pada tanggal 21 Desember 2020.

Dengan total panjang mencapai 66,33 km, jalan ini memiliki peran penting dalam membuka akses yang lebih baik dan efisien antara dua kabupaten tersebut.

Menariknya, jalan ini membelah hutan lindung Ulu Masen, sebuah langkah yang tentu saja dilakukan dengan pertimbangan lingkungan yang matang.

Pembangunan jalan ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dengan skema kontrak tahun jamak atau multiyear contract (MYC).

Proyek yang ambisius ini berhasil diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, yaitu pada Desember 2022 lalu.

Dampak dari hadirnya jalan ini sangatlah signifikan. Tidak hanya meningkatkan kepentingan masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi membawa perubahan positif bagi perekonomian dan mobilitas masyarakat.

Terutama, pertumbuhan ekonomi di wilayah Pantai Barat-Selatan Aceh diharapkan akan terstimulasi dengan pembukaan akses baru ini.

Dalam pembangunannya, proyek ini dikerjakan oleh PT. Perdana Dinamika Persada sebagai Kontraktor Pelaksana dan PT. Cakra Buana Totalmandiri Konsultan sebagai Konsultan Supervisi.

BACA JUGA :   Impor Aceh Capai USD49,81 Juta

Pembangunan jalan ini merupakan investasi yang signifikan untuk meningkatkan infrastruktur di wilayah. Jalan ini memiliki panjang efektif sekitar 10.300 meter, sementara panjang jalan fungsional mencapai 41.300 meter.

Masyarakat dari kedua daerah yang terhubung oleh jalan ini menyambut gembira pembangunan ini. Mereka melihat bahwa pembukaan akses antarkabupaten ini akan memberikan dorongan positif bagi ekonomi lokal dan menumbuhkan potensi baru dalam berbagai sektor.

Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, dengan tegas mengungkapkan tekad dan komitmen pemerintah dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur yang berfokus pada penghubungan antar wilayah.

Dengan proyek ini, Provinsi Aceh telah menunjukkan bahwa investasi dalam infrastruktur dapat menjadi kunci untuk membuka peluang baru, mengurangi ketidaksetaraan antarwilayah, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Diharapkan bahwa pembangunan ini hanya merupakan awal dari upaya lebih lanjut dalam menghubungkan wilayah-wilayah terpencil dengan pusat pertumbuhan, sambil tetap memperhatikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat lokal.

“Semoga di waktu tak lama lagi, Provinsi Aceh terbebas dari hal terisolasi, ini tentu butuh dukungan semua pihak, baik legislatif, eksekutif, masyarakat dan semua komponen lainnya,” ungkap Gubernur Aceh, Jumat (25/8/2023).

Untuk diketahui, ruas jalan Jantho – Batas Aceh Jaya merupakan salah satu dari 14 ruas jalan, yang pengerjaannya dibangun dengan skema tahun jamak (MYC). Pembangunan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pembangunan jalan ini adalah bentuk komitmen pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. .(*)

sumber: InfoPublik

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *