Mengintip Seumuleng di Meurehom Daya, Berjalan Meriah dan Dihadiri Para Raja Aceh

  • Bagikan

Aceh Jaya –Ada beberap utusan Raja raja sembilan Negeri menghadiri acara tahunan di Makam Po Temeurehom Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya, Kamis 22 Juli 2021.

Acara tahunan tersebut sering dilakukan setiap tahun sekali yang di mulai dari hari pertama Lebarah Haji sampai hari raya ke Tujuh yang di hadiri oleh keturunan dan utusan Raja yang ada di Aceh bahkan yang ada di luar Aceh.

Informasi yang dihimpun media ini saat Acara berlangsung turut di hadiri perwakilan Raja raja seperti
TG.KRM.Fekri Juliansyah bin Muslim, Ketua Umum Himpunan Dzurriyaat Raja Sultan se Nusantara ,YM.Teuku Raja Iskandar sebagai perwakilan Raja Kerajaan Peusangan wilayah Kesultanan Samudera Pasai, Habib Mu’adzin Al Mahdali dari Kenegerian Pedawa Rayeuk Aceh Timur, sedangkan dari
Kerajaan Tanoh Nata dihadiri oleh Teuku Raja Nasruddin, SE.

Dalam Acera Seumuleng Raja yang di adakan secara kekeluargaan turut juga hadir dari kerajaan di Batu T.Amri bin T.Arifin T.ganto, beserta Ayanda T.Ramli bin T ganto yang dituakan untuk melakukan Seumuleng kepada Agung Sultan Saifullah Alaiddin Ri’ayat Syah atau yang biasa disapa Raja Saifullah di Astaka Diraja Meureuhom Daya.

Sementara itu Ketua KPA Wilayah Meureuhom Daya Sri Perkasa Saifuddin JH falam bincang bincang dengan para Raja raja dan perwakilan Raja raja sembilan Negeri menjelaskan, kami sangat mendukung kegiatan ini dikarnakan ini mengingat bukti sejarah para Raja raja yang ada di bumi Aceh.

Sultan Saifullah Alaiddin Ri’ayat Syah atau yang biasa disapa Raja Saifullah dalam pidato singkat menjelaskan, hari ini kita melakukan kegiatan Upacara tahunan secara kekeluargaan bertepatan pada hari Lahirnya Negeri Daya yang Ke 541 Tahun.

“Kita berharap tahun depan Acara ini lebih meriah dari tagun ini, kita juga maklumi untuk tahun ini Aceh masih dalam Zona yang tidak menentu terhadap musibah Covid 19.

Moment hari ini sangat bermakna bagi saya dan Masyarat Aceh dikarnakan hari ini ada juga yang masih setia untuk menghadiri Acara adat yang di adakan setiap tahun sekali, dan hari ini tepatnya 541 tahun, ucap Raja Saifullah.

Dia menambahkan, Bangkitnya Keturunan Raja raja yang ada di sembilan Negeri ini untuk memperkenalkan kepada Bangsa Aceh yang selama ini sudah tidak peduli lagi terhadap sejarah Aceh mana yang benar.

Kita juga berharap kepada semua Raja raja Sembilan Negeri yang ada di Aceh untuk selalu memperingati dan membuat sedikit Acara, supaya semua Bangsa Aceh tau bahwa di Aceh bayak sejarah yang bermakna bagi Anak cucu kita jika kita tidak melakukan seperti ini sejarah Aceh akan hilang secara pelan pelan.

“Kemampuan diplomasi para sultan Aceh Darussalam memungkinkan kesultanan ini memiliki hubungan internasional yang mengagumkan. Hubungan baik itu dijalin dengan beberapa Negara Eropa, seperti Belanda, Prancis, dan Inggris. Bahkan, dengan Kesultanan Turki Utsmaniyah.

Aceh telah mengukir masa lampaunya secara megah dan menakjubkan melalui kemampuannya mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, Aceh menorehkan sejarah peradaban Islam yang jaya dan bukti-bukti sejarah juga menunjukkan komitmen Kesultanan Aceh Darussalam menentang imperialisme bangsa Eropa di masa itu, makanya ini sangat penting kita peringati setiap tahun untuk dijadikan satu bukti Ada Sejarah yang sangat penting bagi kita dan anak cucu kita untuk diketahui, sebutnya,”(A79)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *