Kota Jantho — Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Besar (PB-IPAR), Fata Muhammad, S.Pd.I., M.M., menjadi narasumber dalam pelatihan dan diskusi bertema Kepemimpinan dan Keorganisasian Mahasiswa yang digelar oleh mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh di Auditorium kampus setempat, Jumat (7/11/2025).
Dalam pemaparannya, Fata menekankan pentingnya arah dan tujuan dalam setiap organisasi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa kesadaran kolektif yang terbentuk di lingkungan kampus harus diarahkan menjadi kesadaran bersama demi kemajuan organisasi.
“Secara struktur saya yakin teman-teman mahasiswa sudah memahami sistem kepengurusan seperti BEM, DPM, dan HMJ. Namun yang terpenting adalah bagaimana fungsi organisasi itu dijalankan dengan nilai dan arah yang jelas,” ujarnya.

Fata juga mengingatkan bahwa organisasi bukan hanya wadah formal, tetapi ruang untuk melatih tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.
Menurutnya, seniman pun membutuhkan leadership, baik dalam mengelola karya maupun dalam memimpin diri sendiri dan lingkungan sekitar.
“Seni dalam memimpin dimulai dari kemampuan mengatur diri sendiri, baru kemudian keluarga dan masyarakat. Seniman hebat lahir dari disiplin dan kepemimpinan diri,” tegasnya.
Ia turut mengajak mahasiswa ISBI untuk aktif berorganisasi di luar kampus.
“Banyak organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan di Aceh yang bisa diikuti untuk memperluas jaringan dan pengalaman,” paparnya.
Di akhir sesi, Fata berpesan agar mahasiswa mampu menyeimbangkan prestasi akademik dan pengalaman organisasi.
“Pemimpin yang baik adalah mereka yang terus belajar, mampu mengorganisir, mempengaruhi ke arah kebaikan, dan menjadi teladan bagi mahasiswa lain,” pungkasnya.
Editor : Redaksi












