Kalaksa BPBD Aceh Besar Hadiri Pembukaan 2nd UNESCO IOC Global

- Jurnalis

Senin, 11 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD), Ridwan Jamil, SSos, MSi, mewakili Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM, menghadiri 2nd UNESCO IOC Global Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh 2024 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Senin (11/11/2024). FOTO/MC ACEH BESAR

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD), Ridwan Jamil, SSos, MSi, mewakili Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM, menghadiri 2nd UNESCO IOC Global Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh 2024 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Senin (11/11/2024). FOTO/MC ACEH BESAR

BANDA ACEH – Mewakili Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD), Ridwan Jamil, SSos, MSi, menghadiri 2nd UNESCO IOC Global Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh 2024 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Senin (11/11/2024).

Second UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium di Aceh pada 10-14 November 2024 merupakan acara yang diinisiasi UNESCO-IOC bersama Pemerintah Indonesia melalui Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk penguatan strategi mitigasi bencana tsunami berbasis teknologi dan masyarakat.

“Deklarasi Aceh semacam intisari dari para delegasi, merefleksi apa yang terjadi pada 20 tahun ke belakang dan dijadikan sebagai penentu langkah untuk 20 tahun ke depan, semua belajar dari pengalaman masa lalu negara dalam menghadapi tsunami,” kata Chair of The Programming Committee Second UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium Harkunti P. Rahayu.

Baca Juga Artikel Beritanya :  Pj Bupati Sambut Baik Pelaksanaan Tiga Event di Aceh Besar

Sementara itu, Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peserta yang datang untuk berbagi pengalaman mengenai mitigasi bencana tsunami serta kesiapsiagaan masyarakat. “

Atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang di Aceh, wilayah yang pernah dirundung musibah besar namun kini bangkit dengan ketegaran,” ujarnya.

Pj Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada UNESCO-IOC, BMKG, dan semua pihak yang terlibat dalam acara ini. Penilaiannya, acara tersebut penting sebagai momen refleksi dan memperkuat komitmen internasional untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan teknologi mitigasi bencana.

Dalam dua dekade terakhir, upaya kolaboratif dan teknologi telah membantu membangun sistem peringatan yang lebih canggih, memungkinkan penduduk di daerah rawan tsunami menerima peringatan dini.

“Aceh mendukung penuh upaya ini dan berkomitmen untuk menjaga kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Safrizal.

Baca Juga Artikel Beritanya :  Polres Aceh Besar Berhasil Mengamankan Sebanyak 204.800 Batang Rokok Ilegal

Safrizal mengingatkan bahwa perubahan iklim dan dinamika global lainnya terus menghadirkan tantangan baru.

Hal ini memerlukan langkah lebih jauh dalam kesiapsiagaan bencana yang mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil.
“Kami menyadari pentingnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat serta memperbarui data secara berkala,” ucapnya.

Selain menjadi momen pembelajaran, simposium ini juga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret untuk langkah mitigasi yang lebih efektif di masa depan. Aceh merasa memiliki tanggung jawab dalam menyumbangkan pengalaman dan pengetahuannya dalam mitigasi bencana global.

Safrizal menegaskan kesiapan Aceh untuk berkontribusi dalam upaya global, sembari berharap bahwa pertemuan ini dapat mempererat solidaritas antarnegara dalam melindungi umat manusia dari ancaman tsunami.

Simposium ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari dengan sesi-sesi yang melibatkan diskusi mendalam dan presentasi hasil riset terbaru. Para peserta akan membahas tantangan mitigasi bencana di era perubahan iklim, berbagi strategi inovatif, dan membangun kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadapi bencana tsunami yang tak dapat diprediksi.

Baca Juga Artikel Beritanya :  Anggota DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina Hadiri Penutupan MTQ ke-XXXII Kemukiman Lamlhom

Disisi lain, Kalaksa BPBD yang hadir mewakili Pj Bupati Aceh Besar menyampaikan, dunia belajar banyak dari peristiwa tsunami Aceh 2004 yang menyebabkan dampak kerusakan sangat besar ratusan juta jiwa kehilangan sanak keluarganya, khususnya bagi negara kawasan Samudra Hindia.

Menurutnya, kalangan ahli menilai upaya mitigasi mengerucut dalam dua hal yakni penguatan strategi mitigasi bencana tsunami berbasis teknologi yang juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat sehingga menjadi tema besar “Second UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium”.
“Keduanya adalah menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak khususnya bagi Samudra Hindia, Karibia, Mediterania, hingga Laut Utara,” pungkas Ridwan Jamil. (**)

Editor : Mul

Berita Terkait

Pagar Meunasah Ruyong Ambruk Tergerus Hujan Deras
Pemkab Aceh Besar Siaga Cuaca Ekstrem akibat Bibit Siklon 95B
Polres Aceh Besar Peduli Bencana Alam, Berikan Bantuan Sembako kepada Korban Bencana Banjir
Di PTBI 2025, Aceh Besar Dorong Sinergi Kebijakan demi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Longsor Besar Tutup Jalan Nasional di Lhokseudu, Arus Lintas Banda Aceh–Meulaboh Lumpuh Sementara
Listrik Padam, Anggota DPRK Laksanakan Sidang Paripurna Dalam Gelap
Bupati Aceh Besar Apresiasi Pelatihan Ekonomi kreatif untuk Santri dari Kemenparekraf RI
Peringati Uro Lahe ke-69, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar Tegaskan Komitmen Percepatan Pembangunan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:57 WIB

Pagar Meunasah Ruyong Ambruk Tergerus Hujan Deras

Rabu, 3 Desember 2025 - 14:04 WIB

Pemkab Aceh Besar Siaga Cuaca Ekstrem akibat Bibit Siklon 95B

Selasa, 2 Desember 2025 - 00:36 WIB

Polres Aceh Besar Peduli Bencana Alam, Berikan Bantuan Sembako kepada Korban Bencana Banjir

Sabtu, 29 November 2025 - 20:39 WIB

Di PTBI 2025, Aceh Besar Dorong Sinergi Kebijakan demi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sabtu, 29 November 2025 - 15:53 WIB

Longsor Besar Tutup Jalan Nasional di Lhokseudu, Arus Lintas Banda Aceh–Meulaboh Lumpuh Sementara

Berita Terbaru

Pemko banda aceh

Pagi ini, Pemko Banda Aceh Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg

Sabtu, 6 Des 2025 - 06:09 WIB