Gubernur Aceh Ikut Kortekrenbang 2021 Secara Virtual

- Jurnalis

Kamis, 25 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh, Ir.H.Nova Iriansyah, M.T

FANews.id |  Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, mengikuti Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Kortekrenbang) 2021, yang digelar secara virtual dari Jakarta, Kamis 25/2.

Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri itu dibuka langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Manoarfa.

Menteri BPN dalam sambutannya menyebutkan, kondisi dunia yang tengah dilanda pandemi sangatlah mengkhawatirkan. Indonesia juga dilanda virus covid-19 tersebut. Karena itu, diperlukan kebijakan strategis baru untuk pembangunan ekonomi.

“Pandemi membuat kita tidak bisa bekerja biasa saja. Yang harus kita lakukan adalah transformasi ekonomi, mengubah tatanan ekonomi dari tingkat produktivitas rendah menjadi tinggi,” kata Suharso.

Suharso berharap Indonesia bisa lepas dari dari jerat pandemi pada tahun 2022 mendatang. “Harapan Saya pada tahun 2021 ada tanjakan dan pada 2022 pertumbuhan ekonomi kita bisa positif di atas 5 persen,” kata dia.

Baca Juga Artikel Beritanya :  Peran Apoteker dalam Pengelolaan Penyakit Kronis: Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien

Untuk mencapai target itu, kata Suharso, pada tahun 2022 mendatang, Indonesia mengangkat tema rencana kerja yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Tema itu diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

“Didasarkan pada Rencana Jangka Menengah Indonesia 2020-2024, diperlukan langkah sinkronisasi antara perencanaan pembangunan nasional dan daerah,” kata Suharso.

Rencana tersebut adalah muatan dari visi-misi Presiden Joko Widodo saat dilantik dan termuat dalam tujuh agenda pembangunan.
Secara khusus, Menteri BPN/Bappenas menyorot reformasi kesehatan.

Hal tersebut penting dalam menyongsong bonus demografi di tahun 2045 mendatang. Karena itu seharusnya kesehatan seluruh masyarakat Indonesia harus baik dan punya standar secara rata-rata nasional.

Baca Juga Artikel Beritanya :  Plt Gubernur Tinjau Kesiapan Pengoperasian Mobile Laboratorium PCR Di Labkesda Aceh

Indonesia kata Suharso masih dibayangi oleh tiga penyakit mematikan dan ketiga penyakit itu sangat banyak mendera masyarakat di Indonesia. Penyakit itu adalah tuberculosis (TBC), malaria dan kusta. “Kita juara 3 (setelah China dan India) dalam kasus TBC,” kata Suharso.

Menurut catatannya, setiap jamnya ada 11 orang Indonesia yang meninggal akibat TBC. Penyakit ini kini bukan lagi menyerang warga yang tinggal di desa namun bahkan sudah ada di kota-kota besar.

Karena itu, Suharso meminta agar kepala daerah ikut konsen memerangi TBC. Apalagi daya tular TBC yang lebih tinggi daripada pandemi. Masa inkubasi covid-19 hanya berbilang hari, namun TBC masa inkubasi dan daya tularnya bisa mencapai 6 bulan.

“Kalau kita berhasil menekan pandemi, kita harus juga bisa tekan TB ini. Gubernur harus konsen. Jangan-jangan di keluarganya gubernur, di rumah dinasnya gubernur juga ada. Coba dites,” kata Suharso.

Baca Juga Artikel Beritanya :  Dosen USK Lakukan Pengabdian Masyarakat, Optimalkan Penggunaan Biomasa Kayu

Selanjutnya adalah penyakit malaria. Indonesia dilaporkan menjadi negara dengan tingkat penularan malaria tertinggi di dunia.
Terakhir adalah penyakit kusta. Penyakit yang oleh mantan presiden Suharto, pernah dideklarasikan telah hilang dari Indonesia. Saat ini Indonesia menjadi negara ketiga setelah Brazil dan India, dengan kasus penularan kusta tertinggi.

Ketiga penyakit itu diharapkan segera ditekan dengan dukungan seluruh kepala daerah. “Jangan sampai kita los generation pada tahun 2045 nanti. Harapan saya imunisasi dasar lengkap perlu dipastikan didapatkan oleh seluruh anak Indonesia,” kata Suharso.

Saat ini imunisasi dasar lengkap di Indonesia baru mencapai 57 persen secara nasional. Ia berharap, dengan dukungan seluruh kepala daerah, pada tahun 2024 imunisasi dasar lengkap di Indonesia bisa mencapai 100 persen.[]

Berita Terkait

Kapolsek Cot Girek Selamatkan Anggota dan Warga Saat Banjir Aceh Utara
Ahok Peringatkan Tanggul Pantai Mutiara Jebol, Monas Terancam Rob
Sosialisasi Yonif TP di Aceh Tenggara Disambut Antusias Forkopimda dan Masyarakat
Konser Dewa 19 di Lhokseumawe Dilarang, 1.000 Pembeli Tiket Galau: Jadi atau Batal?
Pemkab Aceh Besar Hadiri Peringatan Maulid dan Peusijuk Ketua PWI Pusat di Banda Aceh
Perumda Tirta Aneuk Laot Kota Sabag
Mualem Paparkan Peluang Investasi Aceh Kepada Investor Timur Tengah di Makkah
Wali Nanggroe Aceh Jadi Pemateri di ASEAN For the Peoples Conference 2025
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 22:06 WIB

Kapolsek Cot Girek Selamatkan Anggota dan Warga Saat Banjir Aceh Utara

Minggu, 16 November 2025 - 15:10 WIB

Ahok Peringatkan Tanggul Pantai Mutiara Jebol, Monas Terancam Rob

Rabu, 12 November 2025 - 15:14 WIB

Sosialisasi Yonif TP di Aceh Tenggara Disambut Antusias Forkopimda dan Masyarakat

Selasa, 11 November 2025 - 14:45 WIB

Konser Dewa 19 di Lhokseumawe Dilarang, 1.000 Pembeli Tiket Galau: Jadi atau Batal?

Sabtu, 1 November 2025 - 20:12 WIB

Pemkab Aceh Besar Hadiri Peringatan Maulid dan Peusijuk Ketua PWI Pusat di Banda Aceh

Berita Terbaru