Aceh Besar — Masyarakat Kemukiman Lhoknga, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar menggelar doa dan zikir bersama dalam rangka memperingati 21 tahun musibah gempa dan tsunami Aceh, Senin malam, 12 Mei 2025 bertepatan dengan 14 Dzulqaidah 1446 H.
Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Besar Al Ishlah Lhoknga, dimulai setelah salat Magrib berjamaah dan dilanjutkan dengan tausiah oleh Tgk Walidi Mawardi Bahar usai salat Isya.
Tgk Muwalli, pimpinan Samadiah Masjid Al Ishlah, menjelaskan bahwa peringatan ini merupakan agenda rutin tahunan dalam kalender hijriah sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para syuhada yang wafat dalam musibah besar akhir 2004 silam.
“Setiap tahun kami memperingati 14 Dzulqaidah sebagai momen mengenang para syuhada tsunami. Doa dan zikir ini menjadi bentuk pengingat atas kebesaran Allah serta pentingnya memperkuat keimanan dalam menghadapi ujian,” ujar Tgk Muwalli.
Kemukiman Lhoknga yang terdiri dari empat gampong—Lamkruet, Lampaya, Weuraya, dan Mon Ikeun—tercatat sebagai salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa dan tsunami 26 Desember 2004.
Acara doa dan zikir tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya:
1. Ketua DPRK Aceh Besar
2. Bupati Aceh Besar
3. Camat Lhoknga
4. Danramil Lhoknga
5. Kapolsek Lhoknga
6. Kepala KUA Lhoknga
7. Danki Kavaleri
8. Para Geuchik dari empat gampong di Kemukiman Lhoknga
9. Pimpinan dayah dalam wilayah Lhoknga
10. Masyarakat Kemukiman Lhoknga
11. Kaum muslimin dan muslimat dari berbagai wilayah
Peringatan ini tidak hanya menjadi momen doa, tetapi juga pengingat penting bagi generasi muda tentang sejarah kelam Aceh dan perlunya kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang. (***)
Editor : Redaksi












