Bupati Aceh Besar Muharram Idris Tegaskan Anggaran Harus Transparan & Merata di 23 Kecamatan

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyampaikan komitmen transparansi dan pemerataan anggaran 2026 dalam pertemuan di Kota Jantho.

Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyampaikan komitmen transparansi dan pemerataan anggaran 2026 dalam pertemuan di Kota Jantho.

KOTA JANTHO – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram, mengajak seluruh unsur di Aceh Besar, terutama jajaran legislatif, untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Ia menegaskan pentingnya kerja sama tanpa sekat antara eksekutif dan legislatif.

“Hubungan kami dengan legislatif tetap baik. Kami berada dalam koridor saling memahami dan saling mengisi,” ujar Syech Muharram, Jumat (14/11/2025) malam.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi polemik belum sampainya berkas KUA-PPAS Aceh Besar ke DPRK, sementara batas waktu pembahasan APBK 2026 berakhir pada 31 November 2025.

Anggaran 2026 Harus Riil, Bukan Copy–Paste

Syech Muharram menegaskan bahwa penyusunan anggaran tahun 2026 harus berbasis kebutuhan nyata, bukan sekadar pola lama yang tidak efektif.

“Kami membuat desk di setiap OPD agar anggaran benar-benar sesuai kebutuhan riil. Tak ada lagi model copy paste. Setiap rupiah harus bermanfaat dan terukur,” tegasnya.

Baca Juga Artikel Beritanya :  Penyidik Polda Aceh Tahan Dua Karyawan Bank Aceh Syariah Cabang Bener Meriah

Seiring meningkatnya beban belanja, termasuk kebutuhan P3K dan R4, setiap OPD diminta menyampaikan data pegawai secara akurat dan transparan.

“Kita perlu transparansi birokrasi. Tidak boleh ada yang disembunyikan dalam anggaran,” kata Syech.

APBK 2026 Lebih Ramping, Semua Harus Ikat Pinggang

Menurut Syech Muharram, pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) membuat APBK Aceh Besar 2026 harus disusun lebih ketat. Meski demikian, prinsip pemerataan tetap menjadi prioritas.

Pemerintah menetapkan skema:

Baca Juga Artikel Beritanya :  Satpol PP–WH Aceh Besar Razia Busana Islami Tegakkan Qanun

Rp 1 miliar per kecamatan untuk 23 kecamatan

Rp 1 miliar per dapil di enam dapil Aceh Besar

Anggaran tersebut ditempatkan di OPD terkait dan diarahkan sepenuhnya untuk program ketahanan pangan, seperti pembangunan jalan usaha tani, sumur bor, dan irigasi.

“Kita tak bicara soal wilayah yang menang atau kalah Pilkada. Ini untuk pemerataan pembangunan seluruh Aceh Besar, termasuk Pulo Aceh,” tegasnya.

Efisiensi Besar-Besaran: TPP, SPPD, dan Pokir Turun

Karena fiskal daerah yang ketat, hampir semua lini mengalami penyesuaian. Di antaranya:

TPP pegawai dipangkas dari 14 bulan menjadi 12 bulan

Pengurangan SPPD dan belanja makan-minum

Penurunan Pokir DPRK sekitar 30%
(dari rata-rata Rp 1 miliar menjadi Rp 700 juta per anggota)

Baca Juga Artikel Beritanya :  PSAB Siap Hadapi Persija Muda Jakarta, Laga Kedua Piala Soeratin U-17 Nasional

“Efisiensi ini terjadi secara nasional. Bahkan ada daerah yang pokirnya hanya Rp 500 juta, ada yang tertinggi Rp 800 juta,” ujar Syech.

Ia juga menegaskan bahwa Pokir tidak boleh digunakan untuk SPPD atau biaya publikasi karena anggaran tersebut telah tersedia di Sekretariat DPRK.

Ajak Semua Pihak Legowo dan Tetap Bersatu

Syech Muharram mengajak seluruh pihak memahami kondisi riil anggaran Aceh Besar saat ini.

“Dengan hati yang tulus saya mengajak semua pihak menerima dan memahami kondisi anggaran kita. Dengan sinergi dan kolaborasi berkelanjutan antara eksekutif dan legislatif, pembangunan akan berjalan, ekonomi rakyat bergerak, dan kesejahteraan bersama dapat terwujud,” tutupnya.

Editor : Ayah Mul

Berita Terkait

Pagar Meunasah Ruyong Ambruk Tergerus Hujan Deras
Pemkab Aceh Besar Siaga Cuaca Ekstrem akibat Bibit Siklon 95B
Polres Aceh Besar Peduli Bencana Alam, Berikan Bantuan Sembako kepada Korban Bencana Banjir
Di PTBI 2025, Aceh Besar Dorong Sinergi Kebijakan demi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Longsor Besar Tutup Jalan Nasional di Lhokseudu, Arus Lintas Banda Aceh–Meulaboh Lumpuh Sementara
Listrik Padam, Anggota DPRK Laksanakan Sidang Paripurna Dalam Gelap
Bupati Aceh Besar Apresiasi Pelatihan Ekonomi kreatif untuk Santri dari Kemenparekraf RI
Peringati Uro Lahe ke-69, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar Tegaskan Komitmen Percepatan Pembangunan
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:57 WIB

Pagar Meunasah Ruyong Ambruk Tergerus Hujan Deras

Rabu, 3 Desember 2025 - 14:04 WIB

Pemkab Aceh Besar Siaga Cuaca Ekstrem akibat Bibit Siklon 95B

Selasa, 2 Desember 2025 - 00:36 WIB

Polres Aceh Besar Peduli Bencana Alam, Berikan Bantuan Sembako kepada Korban Bencana Banjir

Sabtu, 29 November 2025 - 20:39 WIB

Di PTBI 2025, Aceh Besar Dorong Sinergi Kebijakan demi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sabtu, 29 November 2025 - 15:53 WIB

Longsor Besar Tutup Jalan Nasional di Lhokseudu, Arus Lintas Banda Aceh–Meulaboh Lumpuh Sementara

Berita Terbaru

Pemko banda aceh

Pagi ini, Pemko Banda Aceh Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg

Sabtu, 6 Des 2025 - 06:09 WIB